Membumikan Pemikiran Kiai Sahal Lewat Pesantren - KMPP Yogyakarta

Senin, Oktober 03, 2016

Membumikan Pemikiran Kiai Sahal Lewat Pesantren


Saat Abdul Ghoffarrozin menyampaikan materi

Bertepatan dengan seribu hari wafatnya Kiai Sahal Mahfudz, seorang ulama` kharismatik serta seorang tokoh NU. Alumni santri Kajen, Pati, yang tergabung dalam Keluarga Matha`liul Falah Kajen (KMF) di Yogyakarta mengadakan acara berupa “Pesantren Pemikiran Mbah Sahal” di Pendopo Pondok Pesantren Al-Muhsin, Krapyak, Yogyakarta, hari Selasa (27/09).
Agenda tersebut dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober yang diikuti oleh berbagai kalangan, baik itu santri hingga mahasiswa dari daerah Yogyakarta maupun diluar Yogyakarta. Peserta sangat antusias mengikuti Pesantren Pemikiran Mbah Sahal yang merupakan agenda untuk pertama kalinya. “Pesantren Pemikiran Mbah Sahal sangat bagus, apalagi saya yang baru mengenal dan memahami pemikiran Mbah Sahal mengenai Fiqh Sosial. Sedangkan untuk pematerinya juga sangat bagus-bagus juga” kata Minchatus Saniyah, mahasiswi dari UIN Sunan Kalijaga.   
Adanya Pesantren Pemikiran Kiai Sahal bertujuan mengenalkan, menyebarluaskan, membumikan serta menerapkan pemikiran Kiai Sahal dalam menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh ketua panitia, “Acara yang sangat bermanfaat dan perlu dicontoh oleh para santri lain. Ini merupakan cara baru untuk menghauli kiai dengan cara mengkaji pemikirannya. Perlu adanya kelanjutan pasca acara seperti diskusi rutin hingga membuat sebuah tulisan untuk mengembangkan pemikiran kiai Sahal”. Kata Abid Nuruzzaman.
 “Pendidikan sholih akrom merupakan pendidikan yang memang tidak ada di kurikulum mana pun, tapi hidup di tengah-tengah kita. Pendidikan yang lebih mengarah ke moral siswa. Tentunya di sekolah jangan pendidikan yang di bebankan ke akal saja, tapi ke moral juga. Jika siswa menjadi seorang sholih maka tindakannya pun bisa menjadi akrom, mulia.” Tutur KH. Imam Aziz, salah satu narasumber yang menyampaikan materi mengenai Kiai Sahal dan Pendidikan Sholih Akrom.   
Sedangkan narasumber yang mengisi acara tersebut adalah Drs. KH. Imam Aziz ( Ketua PBNU), H. Abdul Ghoffarrozin M.ed ( Rektor IPMAFA Pati)  ,Yunus Masruhin (Dosen UIN Sunan Kalijaga), Umdah el Baroroh, MA. ( Peneliti PUSAT FISI IPMAFA) , Savic Ali H. (Pimred NU Online) yang menyampaikan beberapa materi seperti Biografi Kiai Sahal, Kiai Sahal dan Pendidikan Sholih Akrom, Epistimologi Fiqh Sosial, Metodologi Fiqh Sosial hingga Kiai Sahal dan NU. (ANJ) 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda