KMPP Yogyakarta: Wacana
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wacana. Tampilkan semua postingan

Senin, Juli 24, 2017

Membaca itu melawan

Membaca adalah kegiatan politik paling sederhana yang bisa dilakukan semua lapisan masyarakat, membaca dan diskusi merupakan cara untuk menumbuhkan semangat dan rasa ingin tahu seseorang.
Dalam progamnya KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati) Yogyakarta mempersembahkan Taman baca ditengah tengah masyarakat yaitu di daerah Pati selatan tepatnya di daerah Sukolilo.
Dalam slogannya tertulis "membaca adalah kritis, kritis itu merdeka" slogan yang tercipta dari berbagai diskusi keilmuan disaat berkumpul dengan anggota anggota KMPP YOGYAKARTA yang lain telah memunculkan gagasan tersebut. Panitia Taman Baca yang di ketuai oleh YOHAN SAPUTRA mahasiswa UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) semester 2 (dua) dibawah pengawasan Ketua Umum KMPP YOGYAKARTA yaitu Abdul Aziz mahasiswa UIN SUNAN KALIJAGA ini mencoba mencerdaskan kehidupan Bangsa sesuai pembukaan UUD 45.
"Taman baca ini digagas guna menumbuhkan minat baca masyarakat dan memunculkan usaha sadar masyarakat tentang realitas sosial mereka" pungkas Yohan.
Dalam perjalanannya dalam menahkodai panitia taman baca tentunya tidak semulus yang dibayangkan "baru kali ini saya merasakan benar benar mengemban amanat yang sebenarnya tidak begitu berat, tetapi dalam perjalanan taman baca ini penuh konflik internal yang membuat saya kebingungan sendiri. Mencopot dan menambahi panitia taman baca hal wajar yang memang harus saya lakukan karena kinerja yang kurang maksimal dari anggota, tapi untuk keseluruhannya kawan kawan Taman Baca keren dan tahan banting" pungkas yohan saat di angkringan kali code Yogyakarta.
Tentunya keinginan untuk mengembangkan Taman Baca di daerah lain haruslah dilakukan "kami mencoba meraba raba karakter yang pas untuk KMPP ini, dan saya menemukan celah dalam perjalanan kepengurusan ini yaiyu pengadaan taman baca  sekaligus pengejawantahan dari visi misi saya yaitu melebur dengan pendidikan masyarakat" tambah Aziz ketua umum KMPP YOGYAKARTA.

Sabtu, Mei 06, 2017

Bedah Film

Malamm Syahdu KMPP Jogja

Sugeng daluh  sedulur pati.
Piye kabare?
Suwe ora ketemu lho..
Yok yok ben malam minggumu sesok mantep, do melu kumpul sedulur Pati yok 🤗

Kapan??
📆 Sabtu, 18:30 W.I.B 6 Mei 2017
Nek ngendi?
☕ Kuli Kopi
Ngopo wae leh?
🎼 Akustikan
📚Sosialisasi proker KMPP Jogja
🎬 Bedah Film
😍 Yo temu kangen gituuuu

Do teka yo, ora ana koe koe ora rame bro sist 😘
See you on saturday night ❤

Jumat, Januari 06, 2017

Setelah Mahasiswa

             

              mahasiswa adalah agen perubahan dimana mahasiswa sebgai tonggak perubahan dalam status sosial, tentunya agent sebagai sebuah tantangan lebih bagi mahasiswa.

                dalam perjalanannya mahasiswa tentunya mempunyai masa pasang surut, pergerakan mahasiswa tentunya tidak terlepas dari sejarah Indonesia, menyandang gelar sebagai mahasiswa tentunya mempunyai tugas khusus dalam kegiatan sosial masyarakat, mahasiswa yang dipercaya melek akan realitas sosial diharap mampu memberikan solusi disetiap permasalahan yang ada dimasyarakat.

                organisasi daerah tentunya harus mempunyai peran aktif dalam kegiatan sosial maupun solusi sosial dimasyarakat, sebagai mahasiswa yang merantau di daerah orang tentunya harus ada yang dilihat, itu sebagai pemicu semangat untuk menggapai sebuah impiannya, tetapi harus ada juga yang diingat yaitu daerah, mau setinggi apapun daerah kita tetap memerlukan kita dari saat kuliah maupun setelah kuliah.

                secara tersirat masyarakat tentunya menyandarkan harapan kepada mahasiswa yang diharap mampu melaksakan tridharma perguruan tinggi yaitu pembelajaran, penelitian dan pengabdian. pengabdian disini bukanlah disaat mahasiswa kuliah saja, tetapi setelah kuliah pengabdian itu haruslah terus dikembangkan.

                 di era kontemporer ini membangun wacana untuk sosial masyarakat bisa dibilang minim, dikarenakan berbedanya era dan kondisi sosial yang ada juga ikut membentuk karakter mahasiswa mental buruh adalah sebuah momok terbesar mahasiswa, karena orientasinya hanya bekerja untuk orang lain.
                  sekarang jumlah mahasiswa sangatlah banyak terlebih adalah surplus sarjana, kampus hanya seperti pabrik sepatu yang terus menerus membuat sepatu tanpa melihat siapa yang akan memakai sepatu, hasilnya kaki kaki yang sama akan terus berganti sepatu.

                 sebagai mahasiswa harus mempunyai planning yang jelas untuk kehidupannya sendiri agar tidak kebingungan setelah kuliah, jiwa berwira usaha haruslah ada dibenak mahasiswa, karena mental buruh tidak cukup bagus untuk yang benar benar dikatan mahasiswa.

Selasa, Februari 02, 2016

Renungan Bagi Mahasiswa

Ilustrasi : harianjogja.com
     
KMPP-Mahasiswa, semakin kabur memaknai  arti kata mahasiswa. Mahasiswa bisa diartika sebagai golongan  elite masyarakat, karena dalam sosial mereka yang diuntungkan oleh keadaan. Dalam struktur sosial mahasiswa seharusnya bisa berada dalam kelas menengah kebawah dan menengah ketas, contohnya kaum miskin dan birokrasi.
        Melihat semakin kesini, peran mahasiswa dalam masyarakat luas semakin kabur bahwa sudah dianggap berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Kebanyakan mahasiswa yang kuliah hanya untuk mencari pekerjaan dan mencapai taraf kemapanan dalam dunia kedepannya, ini tidak salah tetapi haruslah direvisi hal yang semacam ini, karena bila terus-terusan seperti ini akan menimbulkan sikap apatis mahasiswa terhadap keadaan sosial.
        Mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang) itulah yang sekarang berkembang meluas dalam nadi mahasiswa sekarang, menjadikan peran mahasiswa dalam sosial tentunya semakin kabur ataupun abstrak.
        Berkaca pada sejarah bangsa ini, pergerakan dilakukan oleh pemuda khususnya mahasiswa dimana mampu merubuhkan rezim orde baru yang dilatarbelakangi oleh muaknya masyarakat dengan rezim saat itu dari krisis ekonomi maupun KKN yang sudah berkembang biak.
       
Mahasiswa Sebagai Penyambung Lidah Rakyat
        
       Diuntungkannya mahasiswa dengan keadaan dalam struktur masyarakat tidak membuat mahasiswa melihat peluang tersebut, idealnya mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan sosial yang telah terjadi, khususnya di PATI.
        Kebijakan yang baru-baru ini tentang karaoke masih menuai kontroversi dalam masyarakat PATI, disini sangat dipertanyakan dimana mahasiswa hadir mendampingi rakyat? Bahkan tidak jarang mahasiswa banyak yang tidak mengetahuinya. Dilihat dari sudut pandang agama pasti negative dalam melihat permasalahan yang terjadi seperti karaoke, tetapi bagaimana jika dilihat dari sudut pandang sosial??
        Nah, mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan keadaan sosial yang semakin carut marut masyarakat. Sangat berbeda sekali dengan mahasiswa dulu yang benar-benar mengabdi pada masyarakat, kekacauan dalam masyarakat tentunya menjadi beban moral terhadapnya
        Hanya mahasiswa disini yang mampupengantar antara keluhan masyarakat terhadap birokrasi pemerintahan dan begitu pula sebaliknya mahasiswa harus juga mampu memberi pengertian kepada masyarakat akan progam pemerintah kepada masyarakat luas.
        Disini terserah anda sendiri mau menjadi seperti apa, apakah menjadi mahasiwa yang tuli dan buta dengan keadaan sosial ataukah menjadi aktivis mahasiswa PATI?


Jumat, November 27, 2015

Berdagang Hanya Bagi Yang Kaya

Berdagang hanya bagi yang kaya, sebuah kalimat yang sangat menggelitik saat terdengar pertamakali ditelinga. Yah, namun inilah kenyataan yang kemaren baru saja saya dengar dari kawan-kawan di desa saat berbincang santai sepulang sholat Jumat. Setelah tergelitik dengan ungkapan tersebut kemudian saya mulai bertanya kepada kawan saya, mengapa hal itu bisa Ia samapaiakan. Ternyata ceritanya seperti ini:
Kampung saya merupakan sebuah kampung sederhana yang terletak di lereng pegunungan muria, Nah, karena lokasinya yang strategis tersebut banyak warga yang menanam kopi, jeruk, dan beberapa rempah-rempah seperti kapulogo. Komoditas-komoditas tersebut termasuk komoditas yang cukup memiliki daya jual tinggi. Tetapi ternyata komoditas tersebut hanya dapat diperjualbelikan secara monopoli oleh sebagian kecil pedagang. 
Monopoli tersebut terjadi karena, ternyata calon pembeli (tengkulak) telah terlebih dahulu memberikan hutangan (piutang) kepada petani sebelum masa panen, Sehingga saat panen tiba mau tidak mau petani harus menjual komodtas tersebut kepada tengkulak yang ada. Kejadian ini telah lazim berlaku d masyarakat di desa saya, sehingga sampai keluar statemen “BERDAGANG HANYA BAGI YANG KAYA”.
Melihat kondisi ini, saya mempunyai sebuah keinginan, bahwa pada suatu saat nanti segala jenis perdagangan yang ada di desa dapat dikelola secara sehat, sehingga setiap individu yang ada memiliki kesempatan yang sama untuk berusaha. Wallahua’lam,

https://zaimwahid.wordpress.com/2012/03/10/berdagang-hanya-bagi-yang-kaya

Ad Placement

Wacana

Puisi

Makalah